NOW READING

Ini Perbedaan TV LED dengan OLED, Mana yang Lebih Baik?

 2055
+
 2055

Ini Perbedaan TV LED dengan OLED, Mana yang Lebih Baik?

by The Daily Oktagon

Meski namanya hampir serupa, TV LED dan OLED dibekali dengan teknologi layar yang berbeda.

Saat ini, kamu pasti familiar dengan nama LED maupun OLED ketika melihat produk televisi di pasaran. Ini bukan sekadar nama, melainkan perbedaan teknologi layar yang disematkan pada televisi. TV LED/LCD telah lebih dulu muncul dibandingkan OLED yang baru-baru ini.

Ketika pertama kali hadir pada 2013 lalu, TV OLED banyak menuai pujian karena mampu menampilkan tingkat hitam dan warna yang terlihat sempurna. Namun, TV dengan layar jenis ini tak mampu menyajikan kecerahan sebaik layar LED. Seiring berjalannya waktu, TV berlayar OLED harganya pun menurun, sedangkan TV LED tetap bertahan.

Lalu, apa sebenarnya perbedaan diantara keduanya? Berikut ini, perbandingan diantara TV dengan teknologi layar LED dan OLED seperti dirangkum dari Digital Trends.

Baca juga: Tujuh Serial Televisi yang Cocok untuk Penggemar Teknologi

Foto: Shutterstock

Apa itu LED?

LED merupakan singkatan dari light-emitting diode, komponen mini yang membuat cahaya dengan memanfaatkan pergerakan elektron melalui semikonduktor. LED kini lebih digunakan sebagai lampu latar untuk display LCD, karena dapat dibuat dengan ukuran yang jauh lebih kecil dari lampu neon.

Meski kecil, LED bisa menyajikan cahaya yang sangat terang. Namun, karena ukurannya yang kecil, LED tidak bisa digunakan sebagai piksel individu untuk televisi. Hal ini menjadi alasan mengapa LED hanya dimanfaatkan sebagai lampu latar untuk televisi LCD, dengan setiap LED menerangi sekelompok kecil piksel.

Lalu, Apa Bedanya dengan OLED?

Hampir mirip LED, OLED adalah singkatan dari organic light emitting diode. Sederhananya, OLED dibuat dengan senyawa organik yang bisa menyala saat diberi aliran listrik. Meski kelihatannya tak ada perbedaan besar dengan LED, tapi OLED bisa dibuat menjadi sangat tipis, fleksibel dan ukuran yang begitu kecil. Kelebihannya ini memungkinkan TV OLED dapat dibuat sebesar mungkin dan bahkan dengan bentuk yang melengkung.

Jika LED tidak bisa dimanfaatkan sebagai piksel untuk layar, berbeda dengan OLED. Karena bisa dibuat dengan ukuran sangat kecil, panel OLED bisa dibuat sebagai piksel yang jumlahnya jutaan untuk mengisi layar televisi. Bahkan, OLED memungkinkan setiap bagian layar televisi bisa dinyalakan dan dimatikan secara terpisah. Hal ini mirip teknologi layar berfitur always on display pada Samsung Galaxy S series.

Baca juga: Penggemar Serial TV? Kamu Wajib Mencoba Live TV ini

Foto: Shutterstock

Perbandingan Kualitas Layar TV LED dengan OLED

Secara garis besar, TV dengan layar OLED mampu mengalahkan TV LED/LCD dalam hal kualitas gambar yang disajikan. TV OLED juga memiliki ukuran yang lebih ringkas, bobot ringan, dan tipis. Selain itu, TV berlayar OLED mampu menyuguhkan sudut pandang yang baik meski kamu melihatnya dari berbagai sisi, serta mengonsumsi lebih sedikit daya.

Namun, meski memiliki kualitas yang lebih baik, harga TV OLED masih lebih mahal daripada TV LED. Bahkan, biasanya harga jual kembali TV OLED turun jauh dibandingkan TV dengan layar LED. Sebaliknya, TV LED harganya jauh lebih murah dan harga jual kembalinya pun tak terlalu drastis penurunannya.

Baca juga: Patrick Fong, Produser Program Televisi yang “Hijrah” Menjadi Fotografer

Foto: Shutterstock

Jadi, jika kamu mencari televisi yang memiliki kemampuan menyajikan gambar dengan lebih baik dan konsumsi daya rendah, TV OLED merupakan pilihan tepat. Sedangkan, jika kamu mencari televisi yang mampu menyuguhkan kecerahan maksimal, lebih terjangkau, dan berencana menjualnya kembali, TV LED layak untuk dibeli.

0 comments