NOW READING

Ini Kamera Mirrorless yang Jadi Masa Depan Industri Fotografi

 2259
+
 2259

Ini Kamera Mirrorless yang Jadi Masa Depan Industri Fotografi

by The Daily Oktagon

Setelah dirilis di Jepang pada Januari 2016, Fujifilm akhirnya membawa jajaran kamera X-series terbarunya ke Indonesia. Ketiga kamera mirorless premium tersebut antara lain X-Pro2, X-E2S, dan X70.

Tak hanya itu, perusahaan asal Negeri Sakura tersebut rupanya juga meluncurkan kamera instan Instax Mini 70, serta lensa Fujinon XF100-400 milimeter F4.5-5.6 R LM OIS WR yang telah disempurnakan dari seri sebelumnya.

Seperti disampaikan President PT Fujifilm Indonesia, Masatsugu Naito, kehadiran produk terbarunya ini diharapkan bisa memperlengkap rangkaian kamera dan lensa Fujifilm. Tak lupa, ia menuturkan Fujifilm selalu concern terhadap tren fotografi yang selalu berkembang dari masa ke masa.

“Kami mengerti fungsi kamera kini sangat beragam, baik untuk kepentingan pribadi seperti selfie, photo journalism, penghobi fotografi, hingga profesional dokumenter,” kata Naito di Jakarta, pekan lalu. Karena itu, Fujifilm terus berinovasi memenuhi berbagai kebutuhan tersebut.

Langsung saja simak ulasan menarik dari The Daily Oktagon berikut. Ini kamera mirrorless yang jadi masa depan industri fotografi.

kiri_kanan__Takashi_Miyako__Research_and_Development_Manager_Fujifilm_dan_Masatsugu_Naito__President_PT_Fujifilm_Indonesia_ Dari kiri ke kanan, Takashi Miyako dan Masatsugu Naito

Sekilas tentang X-Pro2, X-E2S, dan X70

Adapun Research and Development Manager Fujifilm, Takashi Miyako menjelaskan, ketiga kamera premium ini memiliki kelebihan masing-masing. Untuk seri X-Pro2 merupakan penerus dari X-Pro1 yang diluncurkan sejak 2012 lalu.

“X-Pro2 merupakan satu-satunya kamera mirrorless di dunia dengan Hybrid Multi Viewfinder dan sensor 24 MP X-Trans,” ujar dia.

X-Pro2

X-Pro2 juga memiliki X-Trans CMOS III dengan tingkat ketajaman 24 MP yang dikombinasikan dengan prosesor terbaru X-Processor Pro yang bisa memotret hingga delapan frame per detik. Penulis The Daily Oktagon pun berkesempatan memotret langsung produk-produk yang ditawarkan.

Selain itu, kamera ini memiliki sistem autofocus sebanyak 273 titik. Sebanyak 77 di antaranya menggunakan teknologi phase detection, meliputi 40 persen frame. Bahkan, kecepatan shutter kamera ini juga meningkat menjadi 1/8000 detik.

Ini tentunya jauh lebih baik dibanding X-Pro1 yang hanya memiliki kecepatan shutter 1/4000 detik. Begitu pun dengan kecepatan sinkronisasi flash menjadi 1/250 detik.

X-e2s

“Sedangkan untuk X-E2S memiliki bodi yang kokoh dan ringkas. Kamera ini memiliki Real-Time Viewfinder dengan pembesaran display hingga 0,62 kali dan Electronic Viewfinder dengan jeda waktu tercepat di dunia yaitu 0,0005 detik,” ucap Miyako.

Sementara itu, X70 diklaim Miyako menjadi model X-series pertama dengan display layar sentuh dan dapat berputar 180 derajat, serta memungkinkan pengguna untuk mengambil foto dari sudut manapun, termasuk mengambil foto selfie.

X70

Sedangkan lensa Fujinon XF100-400 milimeter F4.5-5.6 R LM OIS WR ditujukan untuk kamera X-series mirrorless, yang memiliki lensa zoom dengan panjang fokus setara dengan 152-609 milimeter dalam format 35 milimeter.

Lensa ini memiliki kemampuan tahan air dan debu, serta bisa digunakan dalam suhu rendah hingga minus 10 derajat celcius.

Lensa

Jangan lewatkan artikel menarik ini, Selamat Datang di Era Mirrorless!

Penjualan Mirrorless Terus Melesat

Sesuai dari data yang dirilis, kontribusi kamera model X-series (seri mirrorless FujiFilm) untuk Indonesia berada di angka 96 persen pada 2015.

Saat kami menemui Naito, ia mengungkapkan bahwa kontribusi model kamera X-series sudah menunjukkan peningkatan sejak 2011.

“Pada saat itu hanya berkutat di angka 21 persen saja. Akan tetapi, dalam waktu empat tahun kontribusi kamera mirrorless besutan Fujifilm mampu meroket hingga 77 persen sampai tahun 2014,” ucap dia.

Naito melanjutkan, market share kamera mirrorless juga meningkat tajam pada tahun 2015.

“Per Desember 2015, market share sudah mencapai angka 30 persen dan tentu akan meningkat di tahun ini,” dia menerangkan.

Data faktual ini jelas menunjukkan bahwa kamera mirrorless kini memang lebih memikat pencinta fotografi dibandingkan kamera compact. Inilah yang membuat Fujifilm yakin mirrorless akan menjadi harapan industri fotografi di masa mendatang.

Alasan Mirrorless Lebih Dipilih

Di kesempatan yang sama, Senior Manager Sales and Marketing Fujifilm Corporation, Toshi Iida, mengungkapkan ada sejumlah alasan mengapa fotografer mulai mengganderungi kamera mirrorless.

“Kami melakukan voting untuk mengetahui alasan pelanggan menyukai kamera mirrorless dari FujiFilm. Kami pun berhasil mengumpulkan sekitar 8.744 suara,” kata Iida.

Hasilnya, 48 persen menyukai kualitas lensa yang tersemat pada kamera mirrorless dan 39 persen suka karena portabilitas. Sementara itu 37 persen di antaranya suka dengan kualitas sensor dan warna dari kamera mirrorless Fujifilm.

“Kamera mirrorless tak hanya ringan dan compact, tetapi juga mampu menghasilkan gambar yang berkualitas dan lebih akurat menempatkan titik fokus,” dia menambahkan.

Selain itu, dia pun memaparkan bahwa industri kamera saat ini sangat dinamis, dimana pengguna tak hanya menginginkan kamera yang ringkas tetapi juga mampu menghasilkan gambar berkualitas.

“Pada tahun 2000, permintaan kamera film di pasaran meningkat pesat dan pada 2010 permintaan pasar akan kamera compact memuncak. Sementara pada 2012, kamera DSLR sangat diminati dan saat ini pasar kamera mirrorless mulai digandrungi,” ujar Iida.

Baca juga, Praktis Memotret Makanan dengan Kamera Mirrorless

0 comments