shutterstock_620130824 Foto: Shutterstock.com
NOW READING

Ini Dampak Musik yang Terlalu Kencang saat Konser

 633
+
 633

Ini Dampak Musik yang Terlalu Kencang saat Konser

by The Daily Oktagon
  • Survei menyebutkan bahwa ribuan orang cenderung mendengarkan musik dengan volume di atas 50 persen.
  • Agar kerusakan pada indera pendengar dapat dicegah, beberapa aplikasi pengukur suara bisa dimanfaatkan.
  • Selain mengukur tingkat kebisingan, beberapa aplikasi-aplikasi tertentu bahkan dilengkapi dengan fitur penenang.

Sebagai bagian dari generasi pengguna gadget dan hidup di era digital, telinga yang akrab dengan earphone dan headphone memang bukan hal yang aneh. Belum lagi banyaknya konser musik yang didatangi. Lengkingan treble dan dentum bas sepertinya sudah begitu lekat dengan telinga dan menjadi kenikmatan tersendiri saat mendengarkan musik.

Urusan mendengarkan musik dengan volume tinggi ini ternyata sudah diteliti juga oleh kampanye Hear the World. Menurut hasil survei terhadap 4.400 orang di seluruh dunia berusia 14-65 tahun, 85 persen dari mereka mengaku menyetel volume pemutar MP3-nya hingga lebih dari 50 persen. Para pencinta konser musik bahkan harus ‘merelakan’ telinganya mendengarkan musik hingga 110 dB.

Padahal, menurut Centers for Disease Control (CDC), paparan suara lebih tinggi dari 85 desibel (dB) bisa menyebabkan kehilangan pendengaran permanen dan tinnitus atau telinga berdenging. Idealnya, tingkat suara yang masih nyaman didengar manusia adalah di bawah 60 dB. Ini setara dengan tingkat suara yang didengar saat bercakap-cakap secara normal.

 

Foto: Shutterstock.com

Jika selama ini banyak orang mengandalkan gadget tertentu untuk menyaring suara yang didengar, ternyata juga ada beberapa aplikasi yang disinyalir bisa mencegah kerusakan pendengaran. Tilik saja aplikasi-aplikasi pengukur tingkat suara yang bisa diandalkan ini, beberapa bahkan dimuat dalam Journal of the Acoustical Society of America.

Trik membuat musik konser menjadi lebih ramah di telinga bisa dibaca di sini.

Sound Meter

Aplikasi khusus ponsel berbasis android ini mengukur besarnya kebisingan dalam desibel (db) menggunakan mic smartphone. Cukup user friendly. Pengguna akan bisa mendapatkan fitur seperti Meter Suara dan Meter Getar terintegrasi, menu statistik dan penyimpanan data log, pemberitahuan tingkat kebisingan dan chart. Beberapa perangkat bahkan telah dikalibrasi dengan menggunakan alat ukur kebisingan suara yang sebenarnya dalam dB (A).

 

Foto: Shutterstock.com

SPLnFFT Noise Meter

Aplikasi pengukur suara khusus iPhone yang direkomendasikan oleh Laborers’ Health and Safety Fund of North America ini memberi peringkat level kebisingan menggunakan warna sehingga mudah dibaca. Misalnya, untuk kadar hening dan nyaman diberi warna hijau, sedangkan kadar sangat berisik dan tak bisa ditoleransi diberi warna merah.

Relax

Selain aplikasi untuk mengukur tingkat kebisingan suara, juga ada Relax yang dirancang khusus untuk pengguna ponsel iOs. Aplikasi gratis ini berguna bagi mereka yang sudah memiliki gejala tinnitus atau mendengar suara berdenging. Relax memiliki fitur yang memberikan edukasi terhadap penyandang tinnitus. Bukan itu saja, juga ada fitur yang menyediakan 12 suara menenangkan yang terdiri dari: suara lonceng, hutan, ombak, hujan, marimba, gitar akustik, gemericik sungai, petir, suasana alam, putaran kipas angin, percikan api, dan suara menenangkan yang dibuat oleh Relax sendiri.

Deretan earphone canggih dengan harga terjangkau bisa dilihat di artikel ini.

0 comments