NOW READING

Bagaimana Tren Smarthome di 2017?

 1250
+
 1250

Bagaimana Tren Smarthome di 2017?

by The Daily Oktagon
  • Talking point 1: Teknologi smarthome akan semakin ramai diperbincangkan di 2017
  • Talking point 2: Berbagai produsen berlomba meluncurkan fitur smarthome pada produknya
  • Talking point 3: Perkembangan teknologi sensor dan suara diprediksi akan menjadi perhatian besar

Bagi Anda pengguna iPhone, mungkin beberapa waktu lalu Anda sempat dibuat penasaran saat hadirnya fitur Apple Home saat mengupgrade software smartphone tersebut. Fitur Apple Home yang dapat terkoneksi dengan berbagai produk smarthome seperti lampu dan fitur keamanan rumah.

Ini seolah memperlihatkan bahwa teknologi smarthome semakin dicoba untuk diaplikasikan oleh berbagai pihak, termasuk para produsen teknologi besar yang tentu tidak sembarangan dalam meluncurkan fitur barunya. Selain Apple, meluncur pula Google Home, dan ekspansi fitur dari produk Amazon Echo.

2016 memang memperlihatkan bahwa teknologi smarthome semakin memasyarakat, walau pun belum menjadi sebuah hal yang mainstream. Menurut data dari Ofcom misalnya, sekitar empat juta, atau sekitar 14 persen rumah tangga di Inggris saat ini sudah mengaplikasikan teknologi “rumah pintar”.

Teknologi Partisipatif

Lalu bagaimana dengan tren smarthome di 2017 yang akan segera kita jumpai hanya dalam hitungan hari lagi? The Daily Oktagon mencoba melihat tren ini.

Melansir businessinsider, teknologi sensor pada smarthome disebut akan semakin berkembang. Penempatan sensor di berbagai ruang di dalam rumah, dapat menghimpun informasi dari pola hidup penghuninya, dari berbagai waktu bahkan suhu yang berbeda.

Perusahaan seperti Vivint misalnya, sudah menghasilkan sistem keamanan yang mengadaptasi teknologi sensor semacam itu. Terdapat produk kamera keamanan dan kunci rumah yang dapat bekerja untuk membuat penghuninya aman, namun juga secara pintar ”beristirahat” saat memprediksi dirinya tidak sedang dibutuhkan.

smarthome hoome studio

Kemampuan pintar ini akhirnya dapat menghemat energi lebih banyak karena produk tidak digunakan terus-menerus. “Ruangan di dalam rumah tidak lagi hanya sebuah ruangan, tapi juga ikut ‘berpartisipasi’,” tulis businessinsider.

Di sisi lain, teknologi keamanan smarthome juga diprediksi akan semakin mudah digunakan, sehingga tetap menjadi salah satu faktor pendorong penggunaan teknologi rumah pintar. “Kita akan melihat peningkatan upaya enkripsi dan otentikasi sistem keamanan yang lebih baik pada 2017,” ungkap Robert Beliles, SVP product management dari Nortek Security & Control.

Tentang lampu pintar, simak salah satu produknya di sini

Peranan Besar Kendali Suara

Sementara creative director Christine Todorovich dari firma desain Frog memperkirakan teknologi suara akan semakin diperhitungkan dalam aplikasi smarthome.

Ia mencontohkan kemampuan teknologi untuk mengatur kompor atau kulkas melalui smartphone atau smartwatch yang sudah ada, maka di tahun depan, akan semakin banyak hadir teknologi yang memungkinkan pengaturan berbagai alat dapur tersebut hanya melalui suara.

“Kombinasi dari teknologi touch screen dan suara, akan membuka wacana teknologi yang tidak terbayangkan sebelumnya”, ucap Christine.

Amazon Echo (dok. amazon)

Amazon Echo (dok. amazon)

Robert sendiri menyebut kemajuan teknologi suara dengan Natural Language Processing (kemampuan untuk memahami konteks dan istilah) akan semakin memudahkan pengguna untuk mengoperasikan otomatisasi rumah. “Kami berharap pada semakin banyak hadirnya perangkat yang dikontrol suara, seperti yang ditawarkan oleh Amazon dan Google,” jelas Robert.

Kalau tentang anjing robot pintar di rumah, pilihannya ada di sini

Lalu apakah berbagai perkembangan teknologi smathome di atas akan segera dirasakan manfaatnya oleh konsumen? Belum tentu. Beberapa pihak justru masih melihat kelanjutan produk-produk yang dipasarkan pada 2016 ini yang bakal masih mewarnai penjualan di tahun depan.

Menurut perusahaan teknologi independen dan riset pasar Forrester, terdapat dua kategori produk smarthome yang bakal digunakan 10 persen rumah di Amerika pada 2017, yaitu produk-produk yang menawarkan akses ke asisten virtual seperti Amazon Echo dan sistem kamera pintar seperti Canary or Withings Home.

2017, Tahun Smarthome di Indonesia?

Indonesia sendiri tidak akan luput dari tren smarthome ini. Berbagai produk yang mendukung teknologi ini sudah semakin banyak berdatangan ke Tanah Air.

Pada beberapa bulan terakhir di 2016 misalnya, Schneider Electric menghadirkan produk sakelar dan stop kontak pintar dan sistem keamanan video yang terintegrasi dalam sebuah smartphone. Sementara Philips hadir dengan Hue yang merupakan rangkaian produk lampu pintar.

remote home_shutterstock_314082095

Dari sisi jaringan sendiri yang merupakan bagian penting dari teknologi smarthome, Telkomsel bekerjasama dengan Nokia, tengah melakukan uji coba Narrowband Internet of Things (NB-IoT) di jaringan 4G miliknya. Hal ini tentu penting agar jaringan berbagai sistem IoT termasuk smarthome, dapat beroperasi dengan baik.

Kami pernah mengulas smarthome di Indonesia pada 2016. Simak di sini

Hal ini sepertinya cocok dengan hasil riset dari firma riset global Indonesia yang dipubikasikan pada Desember ini, yang menyatakan perkembangan penggunaan unit dengan kemampuan IoT orang Indonesia (1,5 unit per orang) yang masih di atas Vietnam (1,3 unit per orang), Filipina (1,2 unit per orang) dan India (0,6 unit per orang).

Maka bersiaplah, 2017 akan menjadi tahun yang semakin menarik untuk perkembangan smarthome di Tanah Air. Jika Anda ingin terus menanti perkembangan teknologi masa depan di 2017, tetaplah update dengan selalu mengunjungi The Daily Oktagon untuk berbagai ulasan menarik tentang smarthome!

0 comments