NOW READING

Apple Watch, Smartwatch dengan Obsesi Merebut Pangsa Pasar Jam Tangan Tradisional

 2565
+
 2565

Apple Watch, Smartwatch dengan Obsesi Merebut Pangsa Pasar Jam Tangan Tradisional

by The Daily Oktagon

Kira-kira sejak tahun 2012, rumor bahwa Apple tengah mengembangkan sebuah smartwatch, yang katanya akan dijuluki iWatch, berkembang. Begitu kuatnya pengaruh Apple di industri teknologi, pabrikan lain pun berlomba menciptakan smartwatch terbaik demi mengantisipasi kehadiran iWatch yang pada saat itu masih berstatus ‘kabar burung’.

apple-watch-04

Rumor itu setengah benar, setengah salah. Pada waktunya, tepatnya pada bulan September 2014, Apple menguak keberadaan Apple Watch dan mempertontonkan kebolehannya di hadapan publik.

Saat ini, Apple Watch sudah dijual di sejumlah negara. Sebagian besar Apple Store menyiapkan booth khusus agar calon konsumen bisa datang mencoba dan berinteraksi secara langsung dengan gadget yang mereka sebut-sebut paling personal itu.

Kalau kita perhatikan penamaannya, Apple tampaknya menghindari istilah smartwatch. Salah satu alasannya mungkin disebabkan oleh obsesi tim desain Apple dalam menyejajarkan Apple Watch dengan arloji-arloji tradisional yang seringkali disebut sebagai suatu mahakarya oleh publik.

Kendati demikian, kalau Apple memang berniat memasarkan Apple Watch sebagai barang mewah saja, maka target pasarnya jelas amat terbatas. Tidak sreg dengan model bisnis seperti itu, Apple menawarkan smartwatch-nya dalam tiga varian dengan penamaan yang sedikit ‘unik’: Apple Watch Sport, Apple Watch dan Apple Watch Edition.

Apple Watch Sport adalah varian yang paling terjangkau. Varian ini ditujukan bagi mereka yang antusias menjalani gaya hidup lebih sehat. Rangkanya terbuat dari aluminium, sedangkan strap berbahan silikonnya bisa dipilih dari lima warna yang berbeda. Harganya? $349 untuk ukuran 38 mm, dan $399 untuk ukuran 42 mm.

apple-watch-02

Kedua, Apple Watch adalah varian yang diperuntukkan bagi kalangan pengguna arloji mainstream. Varian ini terbuat dari bahan stainless steel, dengan pilihan strap yang bermacam-macam, baik dari segi bentuk, material maupun mekanisme pengunciannya. Maka dari itu, rentang harganya pun amat luas, antara $549 sampai $1.099.

Terakhir, Apple Watch Edition hadir mengisi kekosongan di ranah smartwatch super-mewah. Varian ini memakai bodi berbahan emas 18 karat, dan banderol harganya dimulai di angka $10.000. Begitu eksklusifnya Apple Watch Edition, ia hanya bisa dijumpai di toko-toko tertentu yang dipilih Apple.

Terlepas dari desainnya yang harus diakui premium tersebut, apa yang menjadikan Apple Watch begitu gemparnya diperbincangkan publik? Yang pertama tentunya karena ada nama “Apple” di depannya, namun faktor lain yang juga banyak disorot adalah interface milik Apple Watch.

Layar Apple Watch memang dilengkapi panel sentuh, bahkan dibekali teknologi Force Touch yang bisa mengenali seberapa kuat Anda menekan layarnya, lalu mengaktifkan fungsi yang berbeda dari tap normal. Melengkapi pengoperasian berbasis sentuhan tersebut adalah digital crown. Komponen ini sejatinya merupakan kenop putar seperti yang dimiliki banyak jam tangan tradisional, akan tetapi Apple telah merancangnya sebagai media input digital, memungkinkan pengguna untuk melakukan scrolling atau zooming tanpa menutupi layar kecil Apple Watch dengan jarinya.

Tak cuma diputar, digital crown ini juga bisa ditekan guna berperan sebagai tombol Home. Di bawahnya, hadir satu-satunya tombol lain di bodi Apple Watch. Tekan tombol ini, maka daftar kontak favorit Anda akan muncul. Dari sini Anda bisa mengirimkan pesan ke seseorang yang paling berharga untuk Anda, baik dalam bentuk teks atau gambar bunga hasil coretan tangan Anda sendiri, atau bahkan detak jantung Anda pada saat itu.

apple-watch-03

Ya benar, selain beragam sensor untuk memonitor aktivitas fisik, Apple Watch juga bisa membaca laju jantung penggunanya. Ketika kekasih Anda ‘mendebarkan jantungnya’ via Apple Watch, Anda selaku penerima akan merasakan sentuhan lembut di pergelangan tangan yang berasal dari Taptic Engine milik Apple Watch. Demikian pula halnya ketika Anda tengah menjalankan fitur navigasi GPS di Apple Watch, petunjuk membelok ke kiri atau kanan akan disampaikan lewat sentuhan-sentuhan lembut tersebut.

Entah disengaja atau tidak, tapi yang pasti, minimal Anda harus menggunakan iPhone 5 dengan iOS 8.2 atau lebih baru untuk bisa mengakses semua fitur milik Apple Watch. Hal ini penting untuk dicatat, karena hampir tidak mungkin Apple akan merilis update guna membuat Apple Watch kompatibel dengan smartphone Android.

Para konsumen di Indonesia tampaknya masih harus menunggu sebelum Apple Watch bisa dipasarkan di sini. Di Amerika Serikat sendiri masih banyak pengiriman Apple Watch yang ditunda akibat terbatasnya stok, dan belum ada informasi pasti mengenai keberadaannya di pasar tanah air.

Sumber gambar: Apple.

0 comments